LPAY (Lembaga Penyantun Anak Yatim) adalah salah satu lembaga sosial yang berada di Jl. Dukuh Pakis II / 62 Surabaya, yang bertujuan untuk memberikan bantuan terhadap anak-anak yatim yang kurang mampu guna meneruskan jenjang pendidikannya serta memberikan pondasi keimanan guna menciptakan generasi yang kuat, beriman serta bertaqwa kepada Allah SWT serta bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.
Rabu, 12 Juni 2013
Jumat, 10 Mei 2013
::Amalan-Amalan Kebaikan Di Bulan Rajab::
::Amalan-Amalan Kebaikan Di Bulan Rajab::
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi m .
... Bulan Rajab, bulan yang penuh kemuliaan dan termasuk bulan yang diharamkan (Asyhurul Hurum). Allah berfirman “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S At-Taubah: 36)
Empat bulan yang dimaksud adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram (3 bulan berurutan) dan bulan Rajab yang ada di urutan ke 7 dalam penanggalan Hijriah (Qomariah). Di bulan ini terdapat peristiwa yang sangat besar yang biasa kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu dinaikkannya Nabi Saw ke langit tujuh , untuk menerima syari’at shalat 5 waktu. Makanya para ulama berkomentar bahwasannya satu-satunya syari’at Islam yang Nabi Saw terima dari Allah secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril hanyalah shalat yang 5 waktu, ini menandakan betapan shalat lima waktu merupakan perkara yang sangat penting bagi ummat Islam.
Di bulan Rajab ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan meninggalkan sejauh-jauhnya segala bentuk kesia-siaan apalagi perbuatan ma’siat dan kejahatan terhadap manusia. Karena Ibnu Abbas r.a pernah berkata yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari bahwasannya “Allah SWT telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.” (Tafsir Ath-Thabari)
Namun demikian, satu hal yang perlu kita perhatikan berkenaan dengan memperbanyak amal ibadah pada bulan Rajab ini adalah sebaiknya kita menghindari ibadah-ibadah yang berdasar pada hadits-hadits lemah dan palsu yang banyak sekali berseliweran sejak dahulu hingga saat ini, kita harus cerdas dalam beribadah kepada Allah Swt karena jangan sampai kita berlelah letih melakukan sebuah ibadah sehingga menghabiskan waktu dan tenaga kita akan tetapi tertolak. Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa yang beramal bukan di atas petunjuk kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim). Jadi walaupun ibadah yang dilakukan berdasarkan hadits shahih (sesuai tuntunan Rasul Saw) belum tentu diterima itu masih lebih baik ketimbang kita mengamalkan ibadah yang sudah jelas-jelas tertolak.
Ibnu Hajar Al-Asqalani telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan khusus di bulan Rajab; Tabyiinul ‘Ajab fii maa Warada fii Fadhaaili Rajab. Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keteranganpun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut, yang merupakan hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah.”
Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Saw berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadits yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadits-hadits palsu (Iqtidha Shirathil Mustaqim, 2/624)
Jadi alangkah baiknya jika kita memperbanyak amal ibadah di bulan ini dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas keshahihan haditsnya seperti shaum daud, shaum senin kamis, shaum tgl 13, 14, 15, shalat tahajjud, shalat dhuha, shedekah, dan lain sebagainya.
Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat,..
Bismillahir-Rahmaanir-Rahi
... Bulan Rajab, bulan yang penuh kemuliaan dan termasuk bulan yang diharamkan (Asyhurul Hurum). Allah berfirman “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (Q.S At-Taubah: 36)
Empat bulan yang dimaksud adalah Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram (3 bulan berurutan) dan bulan Rajab yang ada di urutan ke 7 dalam penanggalan Hijriah (Qomariah). Di bulan ini terdapat peristiwa yang sangat besar yang biasa kita kenal dengan peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu dinaikkannya Nabi Saw ke langit tujuh , untuk menerima syari’at shalat 5 waktu. Makanya para ulama berkomentar bahwasannya satu-satunya syari’at Islam yang Nabi Saw terima dari Allah secara langsung tanpa perantara Malaikat Jibril hanyalah shalat yang 5 waktu, ini menandakan betapan shalat lima waktu merupakan perkara yang sangat penting bagi ummat Islam.
Di bulan Rajab ini kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan meninggalkan sejauh-jauhnya segala bentuk kesia-siaan apalagi perbuatan ma’siat dan kejahatan terhadap manusia. Karena Ibnu Abbas r.a pernah berkata yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Ath-Thabari bahwasannya “Allah SWT telah menjadikan bulan-bulan ini sebagai (bulan-bulan yang) suci, mengagungkan kehormatannya dan menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan-bulan ini menjadi lebih besar dan menjadikan amal shalih serta pahala pada bulan ini juga lebih besar.” (Tafsir Ath-Thabari)
Namun demikian, satu hal yang perlu kita perhatikan berkenaan dengan memperbanyak amal ibadah pada bulan Rajab ini adalah sebaiknya kita menghindari ibadah-ibadah yang berdasar pada hadits-hadits lemah dan palsu yang banyak sekali berseliweran sejak dahulu hingga saat ini, kita harus cerdas dalam beribadah kepada Allah Swt karena jangan sampai kita berlelah letih melakukan sebuah ibadah sehingga menghabiskan waktu dan tenaga kita akan tetapi tertolak. Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa yang beramal bukan di atas petunjuk kami, maka amalannya tertolak.” (HR. Muslim). Jadi walaupun ibadah yang dilakukan berdasarkan hadits shahih (sesuai tuntunan Rasul Saw) belum tentu diterima itu masih lebih baik ketimbang kita mengamalkan ibadah yang sudah jelas-jelas tertolak.
Ibnu Hajar Al-Asqalani telah menulis masalah kedha’ifan dan kemaudhu’an hadits-hadits tentang amalan-amalan khusus di bulan Rajab; Tabyiinul ‘Ajab fii maa Warada fii Fadhaaili Rajab. Di dalamnya beliau menulis, “Tidak ada satu keteranganpun yang menjelaskan keutamaan bulan Rajab, tidak juga berkaitan dengan shaumnya, atau berkaitan dengan shalat malam yang dikhususkan pada bulan tersebut, yang merupakan hadits shahih yang dapat dijadikan hujjah.”
Dalam kitab Iqthidha Shiratil Mustaqim, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak ada satu keterangan pun dari Nabi Saw berkaitan dengan keutamaan bulan Rajab, bahkan keumuman hadits yang berkaitan dengan hal tersebut merupakan hadits-hadits palsu (Iqtidha Shirathil Mustaqim, 2/624)
Jadi alangkah baiknya jika kita memperbanyak amal ibadah di bulan ini dengan ibadah-ibadah yang sudah jelas keshahihan haditsnya seperti shaum daud, shaum senin kamis, shaum tgl 13, 14, 15, shalat tahajjud, shalat dhuha, shedekah, dan lain sebagainya.
Wallahu a’lam.
Semoga Bermanfaat,..
Hijab Punuk Unta
Rosulullaah Shalallahi'alaihiwasalam bersabda, “Ada dua golongan dari
penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang
memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para
wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka
seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk
surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama
perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
“Kepala-kepala
mereka seperti punuk-punuk unta”, maknanya adalah mereka membuat kepala
mereka menjadi nampak besar dengan menggunakan kain kerudung atau
selempang dan lainnya yang digulung di atas kepala sehingga mirip dengan
punuk-punuk unta. Maksud dari hadits “kepala mereka seperti punuk
onta”, adalah wanita yang menguncir atau menggulung rambutnya sehingga
tampak sebuah benjolan di bagian belakang kepala dan tampak dari balik
hijabnya .
...
Ancaman yang sangat keras bagi setiap wanita yang keluar rumah
menonjolkan rambut yang tersembunyi di balik hijabnnya dengan ancaman
tidak dapat mencium bau wangi surga, padahal bau wangi surga bisa dicium
dari jarak yang sangat jauh. Itu dalam perkara menonjolkan rambut saja
keras ancamannya. Jika kita lihat sekarang, cara berjilbab kebanyakan
kaum muslimah masih membentuk lengan, pinggang, kaki, leher, dll.
Seperti hanya melilitkan kain ditubuhnya, tidak menutupi. Berpakaian
tetapi telanjang.
Ketahuilah saudariku, industri fashion yang
mengklaim diri mereka sebagai trendsetter pakaian muslimah itu tidak
peduli apakah engkau masuk surga atau neraka karena produk mereka.
Mereka hanya peduli bagaimana engkau mengeluarkan uang untuk mereka.
Setiap manusia butuh proses. Mari berproses menjadi lebih baik. Bukan
berproses justru semakin menjauhi syari'at Allah dan Rosulnya.
“Dan tidakkah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi
perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan
suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan
mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka
sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” [QS. Al-Ahzab: 36 ]
“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu ..”
[Q.S. Al Hujaraat : 15]
Sabtu, 23 Maret 2013
kegiatan sosial Back to school
Pesan terakhir Nabi SAW terdiri
atas dua hal besar. Pertama, agar kita istiqamah dalam mengimani
keesaan Allah SWT (tauhid) beserta segala konsekuensinya.
Kedua, agar keindahan nilai-nilai Islam dapat dinikmati pula oleh lingkungan
kita, termasuk didalamnya agar umat islam saling bahu membahu dan tidak
saling menyakiti satu sama lain.
Hal pertama Nabi SAW pesankan
disebut dengan keshalihan individu yaitu ketundukan seorang hamba kepada
Rabbnya yang ditunjukkan dengan totalitas ketaatan dalam peribadatan atau
ritualitas. Hal besar yang kedua adalah keshalihan sosial yaitu aktualisasi
keshalihan individu ke dalam lingkungan
atau sesama yang ditandai dengan adanya aksi kepekaan sosial, kedermawanan dan Uluran
tangan untuk membantu sari harta yang halal dan dengan cara yang halal.
Memberi sesuatu kepada orang lain
merupakan sesuatu yang lazim bagi masyarakat Dukuh Pakis. Pemberian ini tidak
terbatas pada uang saja tetapi juda terdapat barang atau tenaga. Kedermawanan
masyarakat berakar dari budaya dan agama yang dianut. Di Dukuh Pakis misalnya,
masyarakatnya masih membudayakan tradisi gotong royong dalam pembangunan panti
asuhan, perkawinan, dan kematian. Warga Dukuh Pakis mempraktikan tradisi yang
disebut arisan, semacam ibu-ibu arisan biasanya namun mereka menyisihkan
beberap uang dari arisan tersebut untuk diberikan kepada panti asuhan LPAY
supaya digunakan dalam program Back to School.Terkadang ibu-ibu itu juga
membuatkan acara bagi anak-anak yatim LPAY dalam acara ulang tahunnya maupun
acara-acara khususnya ibu-ibu tersebut.
Dalam Islam, memberi sebagian harta
kepada orang tidak mampu (zakat,infaq, shadaqah dan wakaf) merupakan doktrin
yang penting. Adalah fakta bahwa kedermawanan sosial telah dipraktikan umat
Islam sejak dulu. Tanpa kedermawanan sosial sulit dibayangkan umat islam mampu
memiliki berbagai sekolah (madrasah), pesantren, masjid, rumah sakit, rumah
yatim dll. Dan tradisi ini seharusnya dilestarikan oleh kita dan
kepada anak cucu kita nantinya.
Dengan
datangnya Tahun Ajaran Baru 2013 – 2014, LPAY kembali turut ambil bagian dalam
mendukung pemberdayaan pendidikan anak sekolah. Untuk itu mulai bulan ini segenap keluarga
besar LPAY khususnya pengurus lembaga melaksanakan agenda rutin tiap tahun
dalam menghadapi tahun ajaran baru. Program tersebut sebagai wujud kepedulian
terhadap anak-anak yatim dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan.
Agenda
rutin tiap tahunnya yaitu LMT (Learning Motivation Training), Back to School
dan banyak lagi lainnya. Nah, biasanya sebelum Melaksanakan program Back to
School lembaga LPAY terlebih dahulu mengadakan LMT (Learning Motivation
Training) namun untuk tahun ini keluarga besar LPAY khususnya pengurus memprogramkan
untuk mengadakan Rekreasi Liburan Sekolah ke tempat yang sangat di idam-idamkan
oleh anak-anak panti asuhan yakni Rekreasi ke Jakarta.
Setelah
acara rekreasi holiday school terlaksana dilanjutkan dengan program selanjutnya
yaitu program Back to School. Program
ini Alhamdulillah sudah berjalan dari tahun ketahun, awalnya sebelum asrama
panti asuhan LPAY berdiri program back to school ini dilakukan di masjid
Al-Ikhlas Dukuh Pakis II tanpa ada acara besar-besaran namun hanya di berikan
secara langsung kepada anak panti asuhan, tapi setelah asrama panti asuhan LPAY
berdiri dan resmi ditempati oleh beberapa anak asuh putri membuat para pengasuh
semakin berkresi dengan mengadakan acara besar-besaran untuk program Back To
School ini.
Acara Back
to School yang besar-besaran yakni dengan membuat pengajian akbar dan pemberian
back to School kepada anak asuh. Pemberian Back to School kepada anak asuh
diwakilkan oleh para donatur panti asuhan LPAY, yang mana bentuk program Back
to School nantinya diaplikasikan guna memenuhi kebutuhan biaya daftar ulang
atau biaya masuk sekolah dan penyediaan perlengkapan sekolah.
Peralatan –
peralatan sekolah ini berasal dari para donatur yang setiap tahunnya pasti
memberikan sebagian hartanya untuk program Back to School ini. Bukan hanya
peralatan tapi juga pembayaran SPP atau
daftar ulang anak asuh. yang mendapatkan program Back to Scchool ini awalnya
hanya setingkat PAUD,TK ,SD ,SMP dan SMA namun lambat laun yang
mendapatkan progam Back to School ini juga setingkat PT (Perguruan Tinggi).
Dana untuk
program Back to School bukan hanya dari para donatur tapi juga berasal dari
Yatim Mandiri sebuah lembaga yang khusus melayani kebutruhan anak yatim,
dhu’afa dan anak-anak jalanan. Bantuan dari Yatim Mandiri tidak bisa diterima
oleh semua anak asuh LPAY karena dari lembaga LPAY anak asuhnya bukan semua
yang Yatim tapi ada juga yang piatu dan yatim piatu, sedangkan Yatim Mandiri
hanya memberikan bantuan kepada anak yatim dan dhu’afa jadi hanya sebagian anak
yang bisa mendapatkan bantuan dari Yatim Mandiri, tujuan mereka untuk membantu
dan memberikan semangat kepada anak –anak yatim dalam menuntut ilmu dan
mewujudkan cita-citanya.
Untuk tahun
ini Panti Asuhan LPAY mengeluarkan dana
program Back to School senilai Rp.
7.656.000,00 untuk 36 anak asuh di wilayah Dukuh Pakis II Surabaya dan acara
tahun ini dilaksanakan di Kantor Sekretariat Panti Asuhan LPAY Jln.Dukuh Pakis
II no.62 BLK Surabaya.
Selain
anak-anak panti asuhan yang tinggal diasrama anak – anak panti asuhan yang
tidak tinggal di asrama dan anggota KADO (Kaum Duafa’) juga hadir dalam acara
tersebut. Bersamaan dengan itu, LPAY Dukuh Pakis II juga mengadakan acara
pertemuan wali santri untuk penerimaan raport anak asuh.
Menurut
ust. Afif sebagai salah satu pendidik di panti asuhan LPAY , “tujuan kegiatan
ini ialah untuk memberikan semangat dalam menuntut ilmu supaya mewujudkan
cita-cita mereka. Dan semoga dapat menjadi insan yang mandiri, berguna bagi
agama dan bangsanya” harapnya.
Adapun biaya pendidikan yang dibutuhkan dikategorikan dalam
:
- Usia
PAUD / TK / SD
Sebesar Rp. 100.000+perlengkapan
sekolah
- Usia
SMP
Sebesar Rp. 150.000+perlengkapan
sekolah
- Usia
SMA
Sebesar Rp. 200.000+perlengkapan
sekolah
- Usia
PT (Perguruan Tinggi)
Sebesar Rp. 3.500.000+perlengkapan
sekolah
Berdasarkan
data yang ada biaya yang diperlukan dengan data anak yatim yang tergabung dalam
LPAY yakni :
- Biaya
Daftar ulang/ biaya masuk sekolah
a. Usia PAUD/TK/SD @15 anak Rp.
1.200.000
b. Usia SMP @ Rp. 150.000 x12 anak Rp. 1.800.000
c. Usia SMA @ Rp. 200.000x7 anak Rp.
1.400.000
d. Usia PT @ Rp. 1.750.000x2 anak Rp.
3.500.000
2. Biaya Perlengkapan sekolah :
a)
Tas Sekolah @ Rp. 40.000x36 anak Rp. 1.440.000
b)
Buku Tukis 1 lusin @
Rp.20.000x36 anak Rp 720.000
c)
Pensil/bulpoin (6buah) @1000x36 anak Rp.
216.000
d)
Penghapus/penggaris @ Rp. 5.000x 36 anak Rp. 5.000
Jumlah Total Rp.
7.656.000
Senin, 11 Maret 2013
Minggu, 10 Maret 2013
BANTUAN DARI DINSOS KOTA SURABAYA
ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIEN
LPAY (Lembaga Penyantun Anak Yatim) Dukuh Pakis Surabaya mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Surabaya berupa makanan yang mana harga makanan untuk 1 porsi sebesar Rp. 10.000,-.
Anak yatim yang diberikan sebanyak 17 anak yatim yang tidak tinggal (mukin) di asrama LPAY. Bantuan tersebut akan diberlakukan selama 1 tahun (302 hari) mulai Maret 2013.
Berikut beberapa foto pada saat mengantar / anak yatim menerima bingkisan makanan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien ya robbal 'alamien
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah serta terketuk hatinya untuk mengasihi sesama. amin
LPAY (Lembaga Penyantun Anak Yatim) Dukuh Pakis Surabaya mendapatkan bantuan dari Dinas Sosial Kota Surabaya berupa makanan yang mana harga makanan untuk 1 porsi sebesar Rp. 10.000,-.
Anak yatim yang diberikan sebanyak 17 anak yatim yang tidak tinggal (mukin) di asrama LPAY. Bantuan tersebut akan diberlakukan selama 1 tahun (302 hari) mulai Maret 2013.
Berikut beberapa foto pada saat mengantar / anak yatim menerima bingkisan makanan.
Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amien ya robbal 'alamien
| Persiapan pembagian bingkisan makanan bagi 17 anak yatim |
| Persiapan |
| Salah satu anak yatim yang menerima bingkisan |
| Balita salah satu anak asuh yang menerima bingkisan makanan |
Semoga kita semua bisa mengambil hikmah serta terketuk hatinya untuk mengasihi sesama. amin
Jumat, 08 Maret 2013
buka bareng anak yatim
Kepedulian Sosial antar Sesama
Buka bareng anak yatim bersama alumni SMU negeri 3 Surabaya
yang dilaksanakan pada Ramadhan 1433 H.
Kegiatan tersebut sebagai salah satu bukti kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu.
Langganan:
Postingan (Atom)

